Sabtu, 18 Mei 2013

Contoh "Laporan Perjalanan


Liburan ke Batu Raja
Libur sekolah sd lalu ,kami sekeluarga pergi  ke Batu Raja. Tujuan untuk mengunjungi bude ,pakde ,kakek ,dan kakak sepupu saya . Karena kangen sudah lama sekali kami tidak bertemu.
Batu raja adalah sebuah kabupaten di Sumatra Selatan .Yang berbatasan dengan provinsi Lampung.Perjalanan dari Sarolangun ke Batu Raja sungguh melelahkan.Karena membutuhkan waktu 1 hari .Banyak beberapa kota dan kabupaten yang di lewati.Diantaranya kabupaten Musirawas ,  kabupaten Lahat kemudian kabupaten Muaraenim , baru setelah itu Batu Raja.
Kami  berangkat dari Sarolangun pukul 06.00 pagi,dengan mengendarai mobil  bus sampai ke Linggau,karena tujuan kami ingin naik kereta api.Sampai di Lubuk Linggau sekitar pukul 08.30,sedangkan kereta berangkat pukul 10.00, jadi kami masih bisa berkeliling sejenak di kota Lubukl Linggau.Lubuk linggau adalah kota transit karena terletak di jalan lintas Sumatra.Di kota ini banyak tersedia hotel dan tempat-tempat wisata.Yang paling terkenal adalah Bukit Sulap .Puas berkeliling kami membeli ticket kereta api,tidak lama kami menunggu , kereta pun  berangkat.
Suasana  perjalanan di kereta sangat berbeda dengan perjalanan di mobil. Di mobil jalannya ngebut, macet. Sedangkan di kereta jalannya lebih santai. Disamping itu,pemandangannya lebih mudah di  nikmati , karena jalannya tidak begitu kencang , juga naik kereta tidak ada macet.Dan yg lebih enaknya lagi di dalam kereta banyak orang berjualan.Semua dagangan di edarkan.Dari mulai nasi bungkus,minuman,rokok,snack-snack,majalah,koran, juga makanan ciri khas daerah untuk oleh-oleh,bahkan barang-barang sovenir untuk cindera mata.Dan tak kalah menariknya ada pula hiburan seperti orang-orang mengamen,mengaji,joget-joget, juga banci-banci yang bersenda gurau membuat menumpang tidak mengantuk.
Dari Lubuk Linggau stasiun pertama yang di singgahi yaitu stasiun kereta api tebing tinggi.Berjarak tempuh sekitar 1 jam.Tebing tinggi merupakan ibu kota kecamatan dalam kabupaten Lahat.Disini kereta tidak berhenti lama , hanya menurunkan serta menaikkan penumpang.Kemudian kereta berjalan lagi.
Dalam perjalanan dari stasiun ke Tebing tinggi ini,banyak wisata alam yang di lihat.Perjalanan menuju stasiun Lahat,di kanan kiri kami melihat pemandangan sawah membentang,ada jurang dan sungai ,juga desa di antaranya desa Saung naga,desa Bunga Mas,desa Kikim dan masih ada lagi desa yang lainnya.Ada suatu kesan yang menarik saat melewati kabupaten Lahat.Disini kami melewati satu terowongan peninggalan zaman Belanda,panjangnya berjarak sekitar 100 meter.Pada saat masuk terowongan kami terkejut.Karena semua pandanagn tiba-tiba gelap sekali.Baru kemudian di depan tampak celah-celah sinar masuk ternyata kereta sudah hampir keluar dari terowongan.Dan suasana di kereta kembali terang.Satu lagi keindahan kota Lahat.Tak lama kereta keluar dari terowongan kami melihat pemandangan yang sangat indah,yaitu sebuah gunung yang di sebut masyarakat gunung Tunjuk.Karena memang bentuk gunung tersebut tegak lurus seperti jari telunjuk.Menurut cerita legenda dari sinilah asal mula cerita sepahit lidah yang terkenal akan keampuhan sumpah lidah nya.
Sampai di stasiun Lahat hari sudah pukul 12.00 siang.Disini kereta berhenti cukup lama,karena kami menunggu kereta yang dari Palembang.Masalahnya kereta yang dari Lubuk Linggau dan kereta yang dari Palembang berjalan dalam satu jalur rel yang sama.Jadi harus ada kereta yang mengalah ,dalam arti menunggu agar kereta tidak  terjadi tabrakan . Istilah langsir atau pindah rel .Dengan demikian kami memutuskan untuk makan siang.Kebetulan kami membawa  bekal dari rumah berupa nasi,sambal dan lauk-pauk .Kami hanya membeli es teh poci dan jajanan ringan lainnya.
Setelah sekitar 1 jam menunggu,baru kami melihat kereta dari arah Palembang datang bersebelahan dengan kereta yang kami tumpangi.Tiba-tiba terdengar bunyi peluit tanda keberangkatan kereta.Terasalah kereta kami mulai bergerak kembali.
Perjalanan selanjutnya dari stasiun Lahat menuju ke Muaraenim. Tidak ada kesan yang saya lihat .Saya juga merasa jenuh , saya pun terlelap tidur cukup lama. Kemudian saya membuka mata, bangun dari tempat duduk,tak sadar ternyata sekarang sudah sampai di Muaraenim .
Perjalanan berlanjut menuju stasiun besar yaitu stasiun transit .Dari Muaraenim kereta berjalan kencang , karena hari sudah menunjukkan pukul 02.30 .Tak banyak pemandangan yang menarik perhatian kami. Di kanan kiri saya hanya terlihat  rumah-rumah penduduk ,baik di daerah maupun di kota.Rata-rata rumah penduduk yang menuju kecamatan Prabumulih ini bertiang maksudnya berumah panggung .Apa sebab banyak penduduk mendirikan rumah panggung yachhhh ???? . . . . .  Di karenakan di daerah ini termasuk dataran rendah . Jadi sering menjadi sasaran banjir bila hujan tiba.
Di antara Muaraenim dan Prabumulih kami lewati stasiun kecil yaitu Gunung Megang dan Niru.Terasa sekali badan mulai capek karena perjalanan sudah cukup jauh dari jam 06.00 pagi tadi di tambah lagi dengan udara yang panas juga asap rokok para penumpang menambah pengap suasana .Beruntung nya sekitar 1 jam lagi kami bakal sampai di stasiun Prabumulih membuat kami bisa menahan kejenuhan.
Pukul 04.00 wib sore kami tiba di stasiun Prabumulih .Stasiun besar ini merupakan stasiun pertama kalau kita melakukan perjalanan dari kota Palembang. Kemudian kami pun turun dari kereta untuk mencari oleh-oleh apa yang di bawa untuk kakek .Tak jauh dari stasiun kami melihat pedagang nanas terampil menjajakan dagangannya . Dengan melihat  nanas nya besar-besar , dan setelah kami cicipi ternyata rasanya manis .Kami pun tertarik,berniat untuk membeli nanas tersebut.  Setelah mendapat oleh-oleh ,kami bersiap menunggu  travel untuk melanjutkan perjalanan ke Batu Raja. Karena kalau naik travel lebih cepat , hanya memakan waktu 2 jam .Tak begitu lama mobil travel datang menjeput kami,dan kami pun berangkat ke Batu Raja .Tak banyak yang kami lihat dalam perjalanan , karena hari mulai beranjak malam.Hanya kerlap-kerlip lampu yang terlihat di antara rumah penduduk dan gedung-gedung tinggi.
Sesampainya di Batu Raja,kami pun langsung bertemu kakek dan saudara-saudara untuk melepas rindu.Karena hari sudah malam , maka kami pun beristirahat.
Di sini saya tinggal di rumah pakde bude . Selama di Batu Raja saya dan keluarga menghabiskan waktu dengan pergi jalan-jalan.Kami pergi ke pasar,melihat keadaan  di pasar,plaza mall.Tidak heran lagi di sepanjang jalan menuju ke pasar banyak orang berjualan makanan yang gurih-gurih seperti  empek-empek ,kerupuk ikan dll.Wajarlah karena Batu Raja merupakan bagian kabupaten dari kota Sumatera Selatan. Daerah Batu Raja di belah oleh sungai Ogan, tempat-tempat wisata seperti objek wisata Goa Putri, merupakan objek wisata terkenal di Batu Raja,banyak wisatawan local maupun luar daerah yang berkunjung.Di ujung perbatasan provinsi lampung ada sebuah desa yang di sebut desa Ranau.Di sanalah terkenal adanya danau Ranau yang di kelilingi oleh gunung Siminung.
Setelah sekitar 1 minggu  di Batu Raja ,kami pulang ke Sarolangun. Padahal keinginan saya masi ingin berlama-lama di sini. Tapi bagaimana lah ?, mau tak mau saya harus pulang.Karena masa libur saya berlalu sudah.
Esoknya saya dan keluarga pulang. Berangkat dari Batu Raja pukul 06.00 wib dengan mengendarai mobil bus Family Raya. Karena langsung sampai ke Sarolangun,tidak nyambung kendaraan lain. Sebelum berangkat tidak lupa saya bersalaman terlebih dahulu.Dan tidak lupa juga kami membawa oleh-oleh berupa makanan cirri khas daerah Batu Raja yaitu empek-empek,kerupuk ikan,terasi, kemplang dll.
Kami pulang dengan hati senang.Saya berharap suatu saat dapat berlibur ke Bata Raja lagi.sungguh perjalanan dan liburan yang sangat menyenangkan dan takkan pernah bisa saya lupakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar